Sunday, August 13, 2017

Asal Mula Surat Al Kautsar


Hadrat Fatimah az-Zahra Ra. lahir menghiasi kebahagiaan Hadrat Khadijah Ra. dan Rasulullah Saw. Sebelum kelahirannya, Nabi Saw memiliki dua putra, Qasim dan Tahir, akan tetapi kedua putra beliau ini meninggal selagi mereka masih belia.
Nabi Saw memulai menyebarkan ajaran Islam dan mendapatkan musuh-musuh akibat dakwah ini. Sebagai hasilnya, beberapa kaum Musyrik memulai melancarkan ejekan kepada beliau akibat kematian putra beliau, dengan memanggilnya sebagai “Abtar“.
Istilah Abtar ini bermakna seekor binatang yang tidak memiliki ekor – betapa kejinya orang-orang mengejek Nabi Saw dengan “Abtar” karena beliau tidak memiliki anak yang akan melanjutkan garis keturunannya.
Kemudian, ketika Hadrat Fatimah Ra. lahir, turunlah surat al-Qur’an berikut ini:
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah Yang Mahakasih dan Mahasayang
اِناّ اَعْطَيْنكَ اَلْكَوْثَر °
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (wahai Muhammad) nikmat yang           
melimpah : kautsar.
فَصَلِّ لِرَِِِبِّكَ وَانْحَرْ °
Oleh karena itu, pujilah Tuhanmu dan berkorbanlah.
اِنَّ شا نئَك هُو البترٌ °
  Sesungguhnya orang yang membencimu dialah yang terputus (tidak akan memiliki 
.(keturunan
Ketika Nabi Saw ditanya tentang apa arti dari kautsar, beliau menjawab bahwa kautsar berarti sebuah sungai di Surga dan seseorang yang akan memberikan air dari sungai tersebut kepada orang-orang Mukmin adalah Imam ‘Ali al-Murtada Ra.
Kemudian Nabi Muhammad Saw berkata bahwa kautsar juga bermakna nikmat yang melimpah, dan kelahiran Sayidah Fatimah menandakan bahwa, melalui dirinya, keturunan Rasulullah Saw akan melimpah ruah.
Janji Allah terbukti karena hari ini, keturunan Nabi Muhammad Saw tidak terhitung banyaknya, (Sayyid), sementara tidak ada orang yang mengklaim dirinya sebagai seorang keturunan dari kaum Musyrik Quraisy. Lalu musuh-musuh Nabilah yang terbukti menjadi Abtar.
Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Sayidah Fatimah Ra. di atas adalah :
Keturunan Nabi Saw seluruhnya berasal dari Sayidah Fatimah Ra., karena hubungan keturunannya dari Nabi Muhamamad Saw. sebagaimana Imam Suyuti dalam kitab Al-Jami’ As-Shoghir juz 2 halaman 92 menerangkan, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda :
"Semua Bani Adam (manusia) mempunyai ikatan keturunan dari ayah, kecuali anak-anak Fathimah (keturunan), maka akulah ayah mereka dan akulah Ashabah mereka (ikatan keturunan mereka).” (HR. At Thabrani dan Abu Ya’la).

Nasihat

Lembaga Qabilah Ba'alwi Bafagih Sulawesi(LQBBS) berdiri untuk Penjagaan Fiqih, Aqidah, Amalan Shalawat, Nasab Sayyid dan Kafa'ah Syarifah serta Kasih Sayang dalam Keluarga

yuk ngobrol atau say hai, klik tombol buku tamu

Struktur Pengelola(Admin)Website Ini

Randy Ibrahim Bafagih (Alfaqir Bafaqih)_____ Sayyid Muh Zalsabil Bafaqih

Pengunjung Website

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms

adsfeed