Showing posts with label Daftar E-Buku. Show all posts
Showing posts with label Daftar E-Buku. Show all posts

Friday, December 15, 2017

Tentang Sang Pencipta, Kitab Suci dan Nabi-Nabi


DAFTAR ISI

Pengenalan
-Kata Pengantar
-Biografi Profesor David Benjamin Keldani, B.D (wafat 1940)
Bahagian Pertama
Muhammad Dalam Perjanjian Lama
-Bab 1
-Pendahuluan
-Allah dan Atributnya
-"Dan Ahmad Dari Semua Bangsa Akan Datang" (Haggai, Ii.7)
-Bab 2
-Masalah Hak Berdasarkan Kelahiran Dan Perjanjian Tuhan Dengan Nabi Ibrahim
-Bab 3
-Misteri Tentang "Mispa"
-Bab 4
-Nabi Muhammad Saw Adalah "Shiloh"
-Bab 5
-Nabi Muhammad Saw Dan Kaisar Constantine
-Bab 6
-Nabi Muhammad Saw Adalah "Anak Manusia"
-Bab 7
-Raja Daud Menyebutnya: "Tuanku"
-Bab 8
-Tuan Dan Nabi Yang Dijanjikan
-Bab 9
-Nabi-Nabi Sejati Hanya Mengajarkan Islam
-"Nabi Yang Hanya Mengajarkan Islam"
-Bab 10
-Islam Adalah Kerajaan Tuhan Di Muka Bumi
-Bahagian Kedua
-Muhammad Dalam Perjanjian Baru
-Bab 11
-Islam Dan Ahmadiyah Diumumkan Oleh Para Malaikat
-Bab 12
-"Eudokia "Berarti" Ahmadiyeh" (Lukas Ii. 14)
-Bab 13
-Yahya Pembaptis Mengumumkan Tentang Seorang Nabi Yang Sangat Berkuasa
-Bab 14
-Nabi Yang Diramalkan Oleh Pembaptis Pastilah Nabi Muhammad Saw
-Yahya Pembaptis Meramalkan Nabi Muhammad Saw
-Bab 15
-Pembaptisan Yahya Dan Jesus Hanya Sejenis Tanda Keagamaan "Sibghatullah"
-Pembaptisan Jenis Apa Dan Apa Yang Bukan Pembaptisan
-Bab 16
-"Sibghatullah" Atau Pembaptisan Dengan Ruh Suci Dan Api
-Bab 17
-"Paraclete" Bukan Ruh Suci
-Bab 18
-"Periqlytos" Berarti "Achmad"
-Bab 19
-"Anak Manusia," Siapakah Dia?
-Bab 20
-Yang Dimaksud Dengan "Anak Manusia" Dalam Apocalypse (Wahyu) Adalah Nabi Muhammad Saw
-Argumentasi Dari Kitab-Kitab Injil, Dan Dari Apocalypse (Wahyu/Ramalan)
-Bab 21
-Anak Manusia Menurut Versi Wahyu Yahudi
-Bab 22
-Nabi Dari Arabia Sebagaimana Diutarakan Dalam Injil "Beban Atas Arabia" Yesaya Xxi. 13.
.
#Pembahasan Website blog ini akan lebih bermanfaat lagi bila anda membeli langsung Buku "Tentang Sang Pencipta, Kitab Suci dan Nabi-Nabi" di Toko Buku terdekat atau melalui Toko Online.

Wednesday, December 6, 2017

Sekilas Sejarah Salaf Al-Alawiyyin


DAFTAR ISI

Pengantar
-Pengantar Penterjemah
-Pengantar Penerbit
-Persembahan
Mukadimah
-Siapa Salaf?
-Permulaan Sejarah Perjalanan Hidup Alawiyyin
-Tahap-Tahap Sejarah Alawiyyin
Bab I
Tahap Pertama
-Ilmu Tokoh-Tokoh Alawiyyin
-Akhlak dan Budi Pekerti Alawiyyin
-Hubungan Alawiyyin dengan Dunia Luar
BAB II
Tahap Kedua (A)
-Tahap Kedua
Tahap Kedua (B)
-Organisasi Alawiyyin "An-Naqabah"
BAB III
-Hijrah Kaum Alawiyyin
-Para Munshib
-Golongan Alawiyyin dan Politik
BAB IV
-Diagnosa dan Pengobatan
Penutup
-Penutup
Daftar Pusaka
-Daftar Pusaka
.

Wednesday, November 29, 2017

Sejarah Perkembangan Islam Di Timur Jauh


DAFTAR ISI

RIWAYAT HIDUP PENGARANG
PENGANTAR
BAB 1

KAUM MUSLIM PENGUASA DARAT DAN LAUTAN
BAB 2

KEKUASAAN KAUM MUSLIM ATAS LAUT PUTIH
BAB 3

PERTEMPURAN PERTAMA
-Makam Ummu Haram
-Kontinuitas Kepahlawanan Islam
-Khairuddin Barbaros dan Saudaranya Aruj
-Cyprus
-Sicilia
-Pulau Creta
-Leon Al-Ifriqi
-Constantin Al-Ifriqi
-Ahmad ash-Shaqili
-Kepulauan Baleares
-Malta
BAB 4

PERDAGANGAN-PERDAGANGAN ARAB SEBELUM ISLAM
-Al-Mas'udi
-Ibnu Bathuthah
-Phoenician
BAB 5

KEKUASAAN MUSLIMIN DALAM PERDAGANGAN DI SAMUDERA HINDIA DAN LAUT CINA
BAB 6

HUBUNGAN NEGERI-NEGERI ARAB DENGAN NEGERI CINA SEBELUM ISLAM 
-Aden
BAB 7

BUKTI-BUKTI YANG MENGUATKAN PERKATAAN AL-MARZUQI AL-ISFAHANI
BAB 8

JAJAHAN-JAJAHAN BANGSA KAN'AN
BAB 9

YAMAN
BAB 10

ULASAN 
-Viking
-Daerah-daerah Timur
BAB 11

PERDAGANGAN DENGAN SAILAN, MADAGASKAR DAN SUMATERA -Perlawatan orang-orang Indonesia
-Srilangka
-Perdagangan-perdagangan
BAB 12

PARA PELAUT 
-Kapal-kapal di Palembang
-Pelayaran dan Perdagangan Umum
BAB 13

PENYELIDIKAN-PENYELIDIKAN BANGSA ARAB 
-Sulaiman al-Bashri
-Para Pelancong Dan Para Pengelana
-Pengetahuan Orang-orang Arab Tentang Perjalanan
-Maladewa
-Hikayat Raja Arab
BAB 14

BEBERAPA TANAH AIR 
-Meluasnya Tanah Air Islam
-Minoritas-minoritas Muslim di Beberapa daerah Indonesia
-Pulau Sumba
-Flores
-Pulau Bali
-Pulau-pulau di Indonesia Bahagian Timur
-Pulau Buru
-Kalimantan
-Kepulauan Melayu
-Malaysia
-Kesultanan Melaka
-Sampainya Portugis ke Melaka
-Agresi Negeri Siam
-Inggris
-Pendudukan Inggris Atas Melaka dan Singapura
-Islam di Singapura Dewasa Ini
-Masjid-masjid dan Madrasah-madrasah Islam di Singapura
-Semenanjung Malaya
-Kedah dan Perlis
-Permulaan Kesultanan Perlis
-Patani
-Muslimin di Thailand
-Penguasa-penguasa Brunei
-Islam di Sarawak
-Ringkasan sejarahnya sejak tahun 1476 sampai tahun 1941
-Awal Pemerintahan Sir James Brooke
-Sabah
BAB 15

MASUKNYA ISLAM KE JAWA 
-Hijrah (Perpindahan)
-Tempat-tempat Hijrah Mereka
-Pembauran
-Gambaran Tentang Orang-orang Arab di Masa Lalu
-Faktor-faktor yang Dihadapi Bahasa dan Huruf Arab
-Hubungan Yang Kuat Antara Arab dengan Indonesia
-Imam Bonjol
-Kaum Padri
-Gelar-gelar dan Keturunan-keturunan
-Al-Attas di Pahang
-Kutipan dari buku Islam di Malaysia halaman 98
-Sayid Hadi bin Ahmad bin Hadi
-Pendidikan
-Masjid-masjid Lama di Jakarta
-Masjid Marunda
-Masjid Angke
-Masjid Tambora
-Masjid Al-Manshur
-Masjid Pekojan
-Masjid al-Anwar
-Masjid Kebon Jeruk
-Masjid al-'Atiq
-Masjid Luar Batang
-Para dai di Afrika Timur
-Angkatan Pertama
-Angkatan Kedua
BAB 16

DI INDO CHINA
NAMA KAMBOJA DAN ASAL-USUL PENDUDUKNYA
ORANG-ORANG ARAB MASUK KE KAMBOJA
ISLAM MASUK KE KAMBOJA
BAB 17

PENGARUH POLITIK
BAB 18

DI ACEH
BAB 19

PENYIAR AGAMA ISLAM DI TIMUR JAUH
BAB 20

SILSILAH PERTAMA
BAB 21

DAFTAR NAMA-NAMA KITAB DAN RISALAH ALLAH
BAB 22

DAFTAR NAMA-NAMA SURAT KABAR DAN MAJALAH ARAB
BAB 23

DAFTAR NAMA-NAMA BUKU DAN SURAT KABAR NON-ARAB
.
#Pembahasan Website blog ini akan lebih bermanfaat lagi bila anda membeli langsung Buku "Sejarah Perkembangan Islam Di Timur Jauh" di Toko Buku terdekat atau melalui Toko Online.

Sebuah Kajian Mengenai Nasab Sadah Bani Alawi


DAFTAR ISI

Mukadimah
-Mukadimah
Prakata Penyusun
-Prakata
Pembahasan Pertama
-Ayat Pertama
-Ayat Kedua
-Ayat Ketiga
Pembahasan Kedua
-Mengenai Aali (Keluarga) Dari Segi Bahasa Dan Istilah
-Pengertian Aali Dalam Istilah Fikah
Pembahasan Ketiga
-Bantahan Dan Penjelasan Terhadap Rencana Tantawi
Pembahasan Keempat
-Nasab Yang Tidak Terputus Di Dunia Mahupun Di Akhirat
-Fasal Pertama
-Fasal Kedua
-Fasal Ketiga
-Fasal Keempat
-Pengajaran
Pembahasan Kelima
-Aali Ba'alawi atau Bani Alawi
-Ketua Nasab Lain Yang Masyhur Dari Bani Alawi
Pembahasan Keenam
Pernyataan Para Ahli Sejarah, Nasab Dan Biografi Tentang Keturunan Al-Muhajir Ahmad bin Isa
-Abul Faraj Al-Asfahani, wafat pada tahun 356H.
-Sheikh As-Syaraf Al-Ubaidili, wafat pada tahun 435H.
-Abul Hasan Al-Umri, wafat pada tahun 443H.
-Abu Abdillah Bahauddin Muhammad Bin Yusuf Bin Ya'kub Al-Jundi, wafat pada tahun 732H.
-Ibnu Anbah, wafat pada tahun 828H.
-Abul Fudhail Al-Kazim, wafat pada penghujung abad ke-9H.
-An-Najafi, wafat pada abad ke-9H.
-As-Sayed Muhammad Sirajuddin, wafat pada tahun 885H.
-Imam As-Sakhawi, wafat pada tahun 902H.
-Abdullah Al-Jurjani, wafat pada tahun 974H
-Ibnu Hajar Al-Haithami, wafat pada tahun 974H.
-Ibnu Syaqdam, wafat pada akhir abad ke-11H.
-Al-Muhibbi, wafat pada tahun 1111H.
-Abu Muhammad Syamsuddin Bin Muhammad Al-Atqa.
Pembahasan Ketujuh
-Kesepakatan Ulama Hadramaut, Yaman Dan Al-Haramain As-Syarifain Tentang Kebenaran Nasab Bani Alawi
-Nama-Nama Penulis Dari Kalangan Ulama Hadramaut, Yaman Dan Al-Haramain As-Syarifain Dan Tarikh Wafat Mereka
Pembahasan Kelapan
-Orang-Orang Yang Menyebut Nasab Ahlul Bait Secara Am
-Keterangan Mengenai Ulama Yang Menyebutkan Nasab Ahlul Bait Secara Am Sesuai Dengan Tarikh Wafat Mereka
Pembahasan Kesembilan
Hukum-Hukum Khas Berkenaan Dengan Ahlul Bait (Mempunyai 15 Bahagian)
-Bahagian Pertama - Pilihan
-Bahagian Kedua - Mencintai Keluarga Muhammad Termasuk Dari Kesempurnaan Iman
-Bahagian Ketiga - Mendahulukan mereka dalam solat ke atas yang lainnya
-Bahagian Kempat - Selawat dan salam ke atas keluarga Nabi di dalam dan luar solat
-Bahagian Kelima - Ahlul Bait haram menerima zakat
-Bahagian Keenam - Ahlul Bait berhak menerima seperlima dari khumus faik dan ghanimah
-Bahagian Ketujuh - Syarat kafaah dalam nikah
-Bahagian Kelapan - Doa Nabi s.a.w. dengan keberkatan pada turunan yang suci ini
-Bahagian Kesembilan - Ahlul Bait penyelamat penghuni bumi
-Bahagian Kesepuluh - Orang yang mahu mendapat tempat di sisi Rasulullah s.a.w. di hari kiamat
-Bahagian Kesebelas - Ketentuan Ahlul Bait masuk syurga
-Bahagian Keduabelas - Boleh melaknat dan mengkafirkan orang yang menodai kesucian Ahlul Bait
-Bahagian Ketigabelas - Larangan membenci Ahli Bait Nabi s.a.w.
-Bahagian Keempatbelas - Larangan mengganggu keluarga Rasulullah s.a.w.
-Bahagian Kelimabelas - Hukum orang yang mencerca Ahlul Bait
Pembahasan Kesepuluh
-Sekilas Mengenai Ilmu Nasab Dan Kedudukannya Dalam Syariah Islamiyah
-Bahagian Pertama - Kedudukan Ilmu Nasab yang penting diketahui dalam syariah Islamiah
-Bahagian Kedua - Usaha orang-orang orientalis dalam melenyapkan Ilmu Nasab
-Bahagian Ketiga - Ilmu Nasab dalam pandangan Ilmu Moden
Tambahan
-Senarai Nama-nama Keluarga Bani Alawi


.

Tuesday, November 28, 2017

Revisi Kafa'ah Syarifah - Tinjauan Atas Buku Derita Putri-Putri Nabi


Daftar Isi

Pengenalan
-Kafa'ah dalam Islam dan masalahnya
Mukadimah
-Mukadimah
Bahagian Pertama
Koreksi atas buku "Derita putri-putri Nabi"
-Bab 1
-Bab 2
-Bab 3
-Bab 4
-Bab 5
Bahagian Kedua
Mengenai Kekecewaan Siti Fatimah ra
-Kekecewaan Siti Fatimah ra
Penutup
-Penutup dan Doa
.
#Pembahasan Website blog ini akan lebih bermanfaat lagi bila anda membeli langsung Buku "Revisi Kafa'ah Syarifah - Tinjauan Atas Buku M. Hashim Assagaf "Derita Putri-Putri Nabi" di Toko Buku terdekat atau melalui Toko Online.

Asyraf Hadhramaut dan Peranan Mereka Dalam Menyebarkan Islam di Asia Tenggara


Daftar Isi
PERSEMBAHAN
PENGANTAR
BAB I
Nasab Para Syarif Di Hadhramaut
BAB II
Hijrahnya Para Syarif Hadramaut Ke Asia Tenggara
BAB III
Sejarah Masuknya Islam Ke Asia Tenggara
BAB IV
Para Syarif Hadramaut Dan Peranan Mereka Dalam Penyebaran Islam Di Asia Tenggara
BAB V
Da'i-Da'i Islam Pertama Di Jawa
BAB VI
Para Syarif Hadhramaut Dan Peranan Mereka Dalam Menyebarkan Islam Di Filipina
PENUTUP
Daftar Pustaka

Bunga Rampai Keutamaan Dzat Ahlul Bait


Daftar Isi
Pengenalan
-Pengenalan
Pengantar
-Pengantar
Bahagian Pertama
Nur Muhammad: Proses Penciptaan Dzat Ahlul Bait
-Pengertian Nur
-Konsep Nur Muhammad
-Nur Muhammad, Makhluq Pertama Yang Diciptakan
-Nur Muhammad saw Dan Penciptaan Adam as
-Allah swt Menciptakan Muhammad Dan Keturunannya Dari Tanah Arasy
-Kekhususan Dan Keistimewaan Keluarga Rasul saw
Bahagian Kedua
Zakat, Halal Atau Haram?: Upaya Menjaga Kesucian Dzat Ahlul Bait
-Makna Zakat
-Pendapat Ulama Tentang Ghanimah Dan Fa'i
-Siapa Keluarga Muhammad saw?
-Bolehkan Keluarga Rasul saw Menerima Sedekah?
-Bolehkan Keluarga Rasul saw Menerima Sedekah, Setelah Khumus Tidak Ada Lagi?
-Batas Diperbolehkan Menerima Sedekah Atau Zakat.
Bahagian Ketiga
Kafa'ah Syarifah: Upaya Menjaga Kemuliaan Dzat Ahlul Bait
-Pengertian Kafa'ah
-Dasar Hukum Kafa'ah
-Ijtihad Ulama Tentang Kafa'ah
-Kafa'ah Nasab Dalam Pernikahan
-Kewenangan Wali Dalam Pernikahan
-Dalil Yang Mendasari Kafa'ah Syarifah
-Penafsiran tentang Makna Dzurriyah
Bahagian Keempat
Cinta Ahlul Bait, Cinta Sahabat! Pujian Imam Ahlul Bait Nabi saw Terhadap Sahabat
-Definisi Sahabat
-Perintah Mencintai Sahabat Nabi saw
-Sikap Imam Ahlul Bait Nabi saw terhadap Sahabat
-Kaum Rafidhah Dan Sahabat
-Dialog Imam Ja'far al-Shaddiq Dengan Kaum Rafidhah


Wednesday, August 9, 2017

Kafaah Syarifah - Dasar Hukum Dalam Pernikahan


Daftar Isi
KAFA'AH SYARIFAH - DASAR HUKUM DALAM PERKAWINAN
Penulis: Aidarus Alwee Almashoor
Bab 1
-Seputar Kafa'ah Dalam Pernikahan
Bab 2
-Kewenangan Wali Dalam Pernikahan
Bab 3
-Dalil-Dalil Yang Mendasari Kafa'ah Syarifah
Bab 4
-Hadits Tentang Keutamaan Bangsa Arab
Bab 5
-Kisah Zaid Bin Haritsah & Zainab Binti Jahsy
Bab 6
-Mengapa Ada Pernikahan Yang Tidak Sekufu'
Bab 7
-Kafa'ah Nasab: Kesombongan Jahiliyah?
Bab 8
-Menjaga Hak Keturunan Rasulullah saw Dalam Perkawinan
Daftar Pusaka
-Daftar Pusaka
#Pembahasan Website blog ini akan lebih bermanfaat lagi bila anda membeli langsung Buku KAFA'AH SYARIFAH - DASAR HUKUM DALAM PERNIKAHAN" di Toko Buku terdekat atau melalui Toko Online.

Monday, August 7, 2017

Keutamaan Keluarga Rasulullah Saw.


Daftar Isi
FADHA'IL AHLULBAIT RASULULLAH SAW
K.H Abdullah bin Nuh.
Kata Sambutan
-Kata Sambutan
 Pengenalan
 -Pendahuluan
Syair -Sya'ir "Bahtera Keselamatan"
-Sya'ir "Keagungan Ahlulbait Rasulullah s.a.w"
Bahagian Pertama
-Siapakah yang disebut "AHLULBAIT"?
-Berbagai penafsiran para ulama mengenai ayat 33 S. al-Ahzab
Bahagian Kedua
-Hadith Tsaqalain dan kedudukan Ahlulbait
-Tanggapan para ulama tentang Hadith Tsaqalain
-Pandangan Syeikhul-Islam Ibnu Taimiyyah tentang Ahlulbait Rasulullah s.a.w
 -Empat macam penafsiran tentang makna 'aal Muhammad Rasulullah s.a.w
Bahagian Ketiga
-Ahlulbait Rasulullah s.a.w. keselamatan bagi ummatnya
Bahagian Keempat
-Fadha'il (keutamaan) Ahlulbait
 -Hadith-hadith Nabi s.a.w yang mengenai fadha'il (keutamaan) ahlulbait Rasulullah s.a.w
-Beberapa Hadith tentang keutamaan Iman Ali r.a
-Hadith-hadith tentang fadha'il Siti Fatimah Az-Zahra r.a
-Imam al-Hasan dan Imam al-Husein radhiyallahu'anhum
Bahagian Kelima -Pembahasan tentang "ayat Mawaddah"
Bahagian Keenam
-Nas-nas Hadith "al-Kisa"
Bahagian Ketujuh
-Kisah tentang tafsir ayat 32 Fathir
Penutup
-Penutup

#Pembahasan Website blog ini akan lebih bermanfaat lagi bila anda membeli langsung Buku "KEUTAMAAN KELUARGA RASULULLAH SAW" di Toko Buku terdekat atau melalui Toko Online.

KATA SAMBUTAN
Oleh:
H.M.H Alhamid Alhusaini
Bismillahhir-Rahmanir-Rahim,
Alhamdulillah, puji dan syukur saya panjatkan ke hadrat Allah s.w.t. yang telah mengutus Rasul-Nya membawa hidayat dan agama yang benar; dan telah memberi petunjuk kepada hamba-Nya untuk mengikuti wasiat Rasul yang tidak diucapkan menurut hawa nafsunya, melainkan menurut wahyu yang diturunkan kepadanya oleh Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam sejahtera kepada junjungan kita, penghulu semua Nabi dan Rasul, Nabi Besar Muhammad s.a.w. beserta semua ahlulbait dan para sahabatnya.
Sesepuluh Majlis Ta'lim "Al-Ihya" Bogor, Kyai Haji Abdullah bin Nuh menyerahkan kepada saya sebuah naskah tentang keutamaan ahlulbait Rasulullah s.a.w. disertai permintaan agar saya turut menyumbangkan fikiran, menambah atau mengurangi beberapa persoalan yang dianggap perlu. Jika permintaan itu tidak dapat saya penuhi, beliau minta sekurang-kurangnya supaya saya bersedia menulis sepatah dua kata sambutan.
Saya fikir permintaan beliau itu tidak dapat ditujukan kepada saya, kerana betapa pun adanya kekurangan dan kelemahan yang ada pada peribadi saya, saya sendiri termasuk dalam keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. Sukar sekali bagi saya untuk memenuhi permintaan beliau itu, tetapi lebih sukar lagi menolak permintaannya, mengingatkan demikian akrabnya hubungan persaudaraan antara kami berdua. Dengan perasaan seresah itu saya membuka-buka naskah yang ada di tangan saya dan saya baca halaman demi halaman. Tiba-tiba pada bahagian terakhir bab "Pembahasan Tentang Ayat Mawaddah" saya menemukan ungkapan Imam 'Ali bin Abi Talib r.a mengenai sifat-sifat para pengikut ahlulbait Rasulullah s.a.w. Beliau mengakhiri ungkapannya dengan mengatakan "…tidak berbuat kebajikan kerana riya dan tidak meninggalkan kebajikan kerana malu". Kalimat sesingkat itu sungguh menggugah fikiran dan perasaan saya untuk segera berlindung kepada Allah s.w.t. dari segala macam riya dalan berbuat kebajikan sebagaimana yang diminta oleh Buya K.H Abdullah bin Nuh. Dengan tetap berlindung kepada inayah Ilahi saya berusaha memenuhi permintaan beliau. Saya menyedari betapa besar jerih payah yang telah beliau curahkan untuk menulis sebuah naskah tentang keutamaan ahulbait disertai dengan dalil-dalil dan hujah yang berupa nas-nas Kitabullah al-Quran, Sunnah Rasul dan pandangan serta pendapat para Imam Mujtahidin dan para ulama.
Dengan penuh perhatian naskah tersebut saya telaah dan saya pelajari serta saya cocokkan dengan berbagai kitab tentang ahlulbait yang ada pada saya. Saya berpendapat, semua yang dikemukakan oleh Buya K.H Abdullah bin Nuh merupakan sumbangan yang berharga bagi kaum Muslimin Indonesia dalam Islam dan kewajipan-kewajipannya. Dari penelahaan seluruh naskah saya berkesimpulan, tidak ada sesuatu yang perlu ditambahkan atau dikurangi, kerana segala sesuatunya telah disusun demikian baik.
Memang benar apa yang dikatakan oleh K.H Abdullah bin Nuh, bahawa masih banyak di antara kaum Muslimin yang belum memahani sepenuhnya kedudukan aal Muhammad s.a.w. di dalam kehidupan agama Islam. Jelas, hal itu merupakan kekurangan yang perlu dipenuhi, agar mereka memiliki pengertian yang tepat sebagaimana dikehendaki oleh Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.
Buku ini mengemukakan banyak Hadith Rasulullah s.a.w. yang berkenaan dengan ahlulbait beliau. Di antara Hadith-Hadith yang banyak itu ada yang secara langsung mudah difahami maknanya, ada yang memerlukan pemikiran dan penggaliannya lebih dulu dan ada pula yang sukar dicerna akal, tetapi mudah diresapi dengan hati yang beriman. Memang demikian itulah cirri khusus ajaran agama. Kerana itu pemahaman beberapa Hadith yang tercantum di dalam buku ini tidak hanya menuntut kemampuan berfikir, tetapi juga menuntut kearifan dan kesedaran batin yang berlandaskan iman sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan landasan iman semua ajaran sgama tidak sukar difahami, dan dengan iman pula akal tidak hanya berhenti pada alam kenyataan yang dapat dilihat dan diraba saja, tetapi akan terus-menerus mencari pengetahuan tentang soal-soal yang belum deketahui rahsia dan hikmahnya.
Mungkin ada orang yang berkata: Bukankah menganjur-ngajurkan kecintaan kepada ahlubait Rasulullah s.a.w. sejalan dengan ajaran mazhab Syi'ah? Pertanyaan seperti itu sebenarnya timbul dari kekurangan pengertian mengenai ajaran Islam selengkapnya. Yang menganjurkan, yang menyerukan, bahkan yang mewajibkan kecintaan kepada ahlulbait Rasulullah s.a.w. adalah beliau s.a.w. sendiri. Yang menetapkan kesucian ahlubait Rasulullah s.a.w. bukan mazhab dan bukan aliran, melainkan Allah s.w.t. melalui firmannya dalam al-Qur'anul-Karim. Yang meriwayatkan Hadith-Hadith Nabi tentang wasiat mengenai ahlulbaitnya bukan lain adalah para sahabat Rasulullah s.a.w. Dan yang menyampaikan kepada ummat Islam sedunia adalah para Imam ahli Hadith dan para ulama puncak dari semua mazhab. Bahkan Imam Syafi'i r.a sendiri menetapkan keharusan mengucapkan shalawat bagi sayyidina Muhammad dan aal sayyidina Muhammad dalam doa tasyahhud akhir pada tiap sholat fardhu lima kali sehari semalam. Jadi, kalau mazhab Syi'ah mengajarkan kepada para pengikutnya supaya mencintai ahlulbait Rasulullah s.a.w. itu adalah kewajipan mereka, sebagaimana yang telah menjadi kewajipan seluruh kaum Muslimin tanpa memandang perbezaan mazhab yang dianutnya.
Menurut hemat saya, buku tentang ahlulbait Rasulullah s.a.w. yang ditulis oleh K.H Abdullah bin Nuh ini cukup memberikan pokok-pokok pengertian tentang kewajipan kaum Muslimin mencintai Rasulullah s.a.w. dan ahlulbait beliau. Di sana-sini tampak adanya beberapa Hadith semakna yang terulang, tetapi mengingat kelainan sumber riwayat dan perawinya serta mengingat pula perbezaan konteks persoalan yang disajikannya, hal itu bukan merupakan kejanggalan, malah meringankan pembacanya. Sabda Rasulullah s.a.w. tersebut diulang di banyak tempat.
AkhirulKalam saya bersama seluruh warga 'Alawiyyin mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga besarnya kepada Buya K.H Abdullah bin Nuh atas kebajikan yang dengan tulus ikhlas diberikan kepada semua keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. Semoga Allah s.w.t. dan Rasul-Nya berkenan meredhai usaha mulia yang disumbangkan olrh beliau kepada umat Islam Indonesia. Amin.
Sebagai penutup dari kata sambutan ini, saya menyatakan amat prihatin mendengar berita-berita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Iaitu adanya sementara kaum muda dari golongan Alawiyyan yang tidak terpelajar dan tidak memperoleh pendidikan agama secara baik, menyalahgunakan salasilahnya sebagai keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. untuk memperoleh keuntungan tertentu. Mereka mendatangi para pencipta ahlulbait dan sambil "mempromosikan" asal-usul keturunannya lalu mereka minta ini dan itu, bahkan adakalanya tidak segan-segan menggunakan cara-cara yang bersifat menekan. Perbuatan seperti itu tentu saja tidak sesuai dengan kedudukan mereka sebagai keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. Namun syukurlah, di antara para pencinta ahlulbait banyak yang tidak menghiraukan mereka dan menolak dengan cara yang tidak menusuk perasaan. Kejadian tersebut di atas sungguh merupakan "musibah" yang mencemarkan martabat kaum Alawiyyan, merosak kehormatan dan kemuliaan Rasulullah s.a.w. serta mendiskreditkan nama baik agama Islam. Sebagai manusia biasa, bukan manusia maksum, mereka memang tidak terhindar dari kemungkinan berbuat kesalahan atau kekeliruan. Kerana itu mereka wajib diingatkan agar tidak berbuat hal-hal yang tidak sesuai dengan kehormatan ahlulbait Rasulullah s.a.w. yang harus mereka pelihara sebaik-baiknya. Kendati perbuatan mereka itu tidak separah yang dilakukan oleh sementara oknum yang mengaku beragama Islam, tetapi bagaimanapun juga perbuatan mereka yang tidak patut itu dapat dihebohkan atau dibesar-besarkan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai ahlulbait Rasulullah s.a.w. dan tidak menyukai agama Islam. Bahkan perbuatan itu dapat ditiru oleh orang lain yang dengan mengaku-ngaku keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. bermaksud hendak mencari keuntungan. Adalah menjadi kewajipan segenap kaum Muslimin untuk menginsyafkan mereka yang telah berbuat salah dan mengembalikan mereka ke jalan yang diredhai Allah dan Rasul-Nya.
Sehubungan dengan Fadhail Ahlulbait saya merasa perlu mengemukakan fatwa dari seorang ulama besar dan Mufti rasmi kerajaan Saudi Arabia dari kalangan mazhab al-Wahhabiyah, iaitu Allamah Almufti Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, yang dimuat dalam majalah "ALMADINAH", halaman 9, nombor 5692, tanggal 7 Muharram 1402 H/24 Oktober 1982 Masihi sebagai berikut:
Seorang saudara dari Iraq mengajukan pertanyaan, bahawa sementara orang di negeri itu terkenal sebagai golongan "Sayyid" atau sebagai anak cucu keturunan Rasulullah s.a.w. Akan tetapi menurut keyakinan saya, demikian kata Saudara tersebut, mereka memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang tidak semestinya mereka lakukan. Saya sendiri tidak tahu, apakah keyakinan saya itu benar ataukah salah. Yang saya anggap penting iaitu bahawa mereka itu memungut wang dari orang lain sebagai imbasan atas tulisan dan doa-doa yang mereka berikan untuk orang sakit…dan lain sebagainya. Mereka juga menerima shadaqah baik berupa ternakan sembelihan mahupun wang dan lain-lain. Dengan perbuatan seperti itu mereka membangkitkan keraguan orang banyak…dan seterusnya.
Jawapan atas pertanyaan tersebut ialah:
"Orang-orang seperti mereka itu terdapat di berbagai tempat dan negeri. Mereka terkenal juga dengan gelaran "syarif". Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang mengetahui, mereka itu berasal dari keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. Di antara mereka itu ada yang salasilahnya berasal dari al-Hassan r.a dan ada pula yang berasal dari al-Husein r.a; ada yang dikenali dengan gelaran "sayyid" dan ada juga yang dikenali dengan gelaran "syarif". Itu merupakan kenyataan yang diketahui umum di Yaman dan di negeri-negeri lain.
"Mereka itu sesungguhnya wajib bertaqwa kepada Allah dan harus menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Allah bagi mereka. Semestinya mereka itu harus menjadi orang-orang yang paling menjauhi segala macam keburukan. Kemuliaan silsilah mereka wajib dihormati dan tidak boleh disalahgunakan oleh orang-orang yang bersangkutan. Jika mereka diberi sesuatu dari Baitul-Mal itu memang telah menjadi hak yang dikurniakan Allah s.w.t. kepada mereka. Pemberian halal lainnya yang bukan zakat, tidak ada salahnya kalau mereka itu mahu menerimanya. Akan tetapi kalau silsilah yang mulia itu disalahgunakan, lalu ia beranggapan bahawa orang yang mempunyai silsilah itu dapat mewajibkan orang lain supaya memberi ini dan itu, sungguh itu merupakan perbuatan yang tidak patut. Keturunan Rasulullah s.a.w. adalah keturunan yang termulia dan Bani Hasyim adalah yang paling afdhal di kalangan orang-orang Arab. Kerananya tidak patut kalau mereka melakukan sesuatu yang mencemarkan kemuliaan martabat mereka sendiri, baik berupa perbuatan, ucapan ataupun perilaku yang rendah.
"Adapun soal menghormati mereka, mengakui keutamaan mereka dan memberikan kepada mereka apa yang telah menjadi hak mereka, atau memberi maaf atas kesalahan mereka terhadap orang lain dan tidak mempersoalkan kekeliruan mereka yang tidak menyentuh soal agama, semuanya itu adalah kebajikan. Dalam sebuah Hadith Rasulullah s.a.w. berulang-ulang mewanti-wanti: "Kalian ku ingatkan kepada Allah akan ahlulbaitku…kalian ku ingatkan kepada Allah akan ahlulbaitku". Jadi, berbuat baik terhadap mereka, memaafkan kekeliruan mereka yang bersifat peribadi, menghargai mereka sesuai dengan darjatnya, dan membantu mereka pada saat-saat membutuhkan; semuanya itu merupakan perbuatan baik dan kebajikan kepada mereka…
Demikianlah fatwa al-mukarram Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengenai kedudukan para keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. di tengah masyarakat. Saya fikir kedudukan seperti itu perlu difahami oleh kaum Muslimin, terutama oleh para keturunan ahlulbait sendiri sebagai pihak yang paling berkewajipan menjaga kemuliaan martabat Rasulullah s.a.w. dan para ahlulbaitnya. Suatu kekeliruan atau kelengahan yang dilakukan oleh seseorang tidak akan setajam disorot oleh masyarakat seperti kekeliruan atau kelengahan yang dilakukan oleh seorang dari keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. Ini wajar kerana mereka itu dipandang oleh masyarakat sekitarnya sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirul-kalam, saya bersama seluruh warga Alawiyyin mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga besarnya kepada Buya K.H Abdullah bin Nuh atas amal kebajikan dengan tulus ikhlas diberikan kepada semua keturunan ahlulbait Rasulullah s.a.w. dengan mencurahkan jerih payahnya untuk menulis buku ini. Semoga Allah dan Rasul-Nya berkenan meridhai usaha mulia yang beliau sumbangkan kepada umat Islam Indonesia, wa billahi attawfig wal hidayah, Amin.
                                                                                                                               -Jakarta, 1986.

PENDAHULUAN
BISMILLAH AR-RAHMAN AR-RAHIM
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke hadrat Allah yang mewajibkan segenap kaum Muslimin menumpahkan kecintaan dan kasih sayang kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad s.a.w. beserta semua ahlulbait dan keluarganya; sebagaimana telah difirmankan-Nya dalam al-Qur'anul-Karim.
("Katakanlah hai Muhammad, aku tidak meminta upah apa pun dari kalian atas seruanku selain kasih sayang di dalam kekeluargaan") [Asy-Syura: 23]
Asyhadu an laa ilaaha illallaah, saya bersaksi bahawa tiada tuhan selain Allah, dengan kesaksian itu semoga Allah s.w.t. berkenan memperdalam kecintaan saya dan lebih mendekatkan saya kepada-Nya…Wa asyhadu anna sayyidanna wa maulaanaa Muhammadan 'abduhu wa Rasulu; dan saya pun bersaksi bahawa junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, manusia termulia di seluruh jagat raya…
Ya Allah, limpahkanlah shalawat sebanyak-banyaknya dan salam sejahtera kepada Nabi dan Rasul yang mulia itu bersama seluruh ahlulbait dan para sahabatnya yang telah melaksanakan amanat Risalah dengan sempurna.
Ada dua sebab yang mendorong saya menulis buku kecil ini yang saya beri judul "KEUTAMAAN AHLULBAIT RASULULLAH S.A.W."…
Pertama: Lebih kurang lima tahun yang lalu, iaitu pada tahun 1400 H/1980 M, saya pernah menulis sebuah risalah kecil berjudul "Asyura" (10 Muharram), berisi uraian tentang ahlulbait Rasulullah s.a.w., khususnya riwayat singkat Imam al-Husein bin 'Ali bin Abi Thalib r.a. Di saat menulis risalah itu tidak terlintas dalam fikiran saya, bahawa ia akan memperoleh sambutan hangat dari kaum Muslimin. Bahkan banyak di antara mereka yang meminta kepada saya supaya menulis sebuah buku yang lebih lengkap dan jelas tentang kedudukan ahlulbait Rasulullah s.a.w. di dalam agama Islam.
Sesungguhnya saya merasa berat sekali memenuhi permintaan yang baik itu kerana saya bukan seorang penulis. Dalam waktu yang lama hal itu menjadi beban fikiran saya. Kemudian saya berniat hendak mencubanya sambil bertawakkal kepada Allah s.w.t., mohon hidayat dan taufik-Nya, agar niat saya itu dapat terlaksana. Dengan menekuni pembacaan kitab-kitab tentang ahlulbait Rasulullah s.a.w. dan dengan bantuan beberapa orang sahabat, akhirnya saya memberanikan diri menulis buku ini. Betapa besar saya rasa syukur saya kepada Allah s.w.t. yang telah berkenan mengabulkan permohonan saya.
Dalam keadaan usia saya yang telah lanjut, saya hanya mengharapkan semoga usaha saya ini diridhai Allah dan Rasul-Nya serta dinilai sebagai amal kebajikan yang akan membuka pintu maghfirah, agar pada saat saya akan meninggalkan dunia yang fana ini dikurniai husunal-khatimah. Tidak lain hanya itulah yang saya idam-idamkan.
Kecuali itu masih ada satu soal yang ingin saya kemukakan untuk mencegah kemungkinan terjadinya salah faham yang sama sekali tidak saya inginkan. Dalam buku ini terdapat pembahasan tentang "Hadith Tsaqalain". Sehubungan dengan itu saya hendak menekankan dua hal: Pertama, saya sama sekali tidak mengingkari adanya Hadith yang diriwayatkan berasal dari ucapan Rasulullah s.a.w., bahawa beliau meninggalkan dua pegangan yang menjamin keselamatan ummatnya iaitu;
(Kitabullah dan Sunnahku)
Hadith tersebut adalah Hadith yang lain lagi, yakni bukan Hadith Tsaqalain, dan pada umumnya telah banyak diketahui oleh kaum muslimin. Lain halnya dengan Hadith Tsaqalain, sekalipun kebenarannya telah diterima bulat oleh berbagai mazhab Islam, namun belum banyak dikenal oleh kaum Muslimin. Kedua, dengan membahas Hadith Tsaqalain, buku ini sama sekali tidak bermaksud hendak membuka pendebatan atau polemik, saya hanya bermaksud menyampaikan wasiat Rasulullah s.a.w. kepada kaum Muslimin awam yang belum pernah mendengar atau mengenalnya. Dengan mengenal dan mengetahui siapa-siapa dan bagaimana sesungguhnya kedudukan ahlulbait Rasulullah s.a.w. itu, orang akan merasa mantap dalam mengucapkan shalawat bagi "sayyidina Muhammad dan bagi aal sayyidina Muhammad" dalam setiap shalat fardhu yang lima kali sehari semalam.
Tidak diragukan lagi bahawa aal Muhammad Rasulullah s.a.w. yang dalam zaman kita sekarang ini terkenal dengan sebutan kaum 'Alawiyyin, merupakan orang-orang yang memiliki fadhilah dzatiyyah (keutamaan dzat) yang dikurniakan Allah s.w.t. kepada mereka melalui hubungan darah dengan insan pilihan-Nya, Rasulullah s.a.w. Naif sekali anggapan yang menyamakan mereka dengan orang-orang dari keturunan lain, kerana anggapan demikian itu sama ertinya dengan menyamakan peribadi Rasulullah s.a.w. dengan peribadi lain. Anggapan seperti itu tidak sejalan dengan syari'at Islam, kerana Allah s.w.t. menegaskan dalam firmannya:
"Dan dia (Muhammad s.a.w.) tidak mengucapkan sesuatu menurut kemahuan hawa nafsunya, ucapannya bukan lain adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya" [An-Najm: 3-4]
Fadhilah dzatiyyah yang mereka miliki bukan fadhilah yang dibuat-buat dan bukan berdasarkan fadhilah pengamalan baik mereka dan bukan pula atas keinginan mereka, melainkan telah menjadi qudrat dan kehendak Ilahi sejak azal. Kerana itu tidak ada alasan apa pun untuk merasa irihati terhadap keutamaan mereka. Soal inilah justeru yang dipertanyakan Allah s.w.t. dalam firman-Nya:
"Ataukah mereka (orang-orang yang dengki) merasa irihati terhadap orang-orang yang telah diberi kurnia oleh Allah?" [An-Nisa: 54]
Fadhilah dzatiyyah yang dikurniakan Allah s.w.t. kepada para keturunan Rasulullah s.a.w. sama sekali tidak lepas dari rasa tanggungjawap mereka yang lebih berat dan lebih besar daripada yang mesti dipikul orang lain. Mereka mesti selalu menyedari kedudukannya di tengah-tengah ummat Islam. Mereka wajib menjaga diri dari ucapan, perbuatan dan sikap yang dapat mencemarkan kemuliaan aal Muhammad Rasul Allah s.a.w., dan wajib pula menyedari tanggungjawapnya yang lebih besar atas citra Islam dan ummatnya. Dengan demikian maka kewajipan menghormati mereka yang dibebankan oleh syari'at kepada kaum Muslimin dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Tidak akan ada kesan bahawa para keturunan Rasulullah s.a.w. menonjol-nonjol diri menuntut penghormatan dari orang lain, dan kaum Muslimin pasti menempatkan mereka pada kedudukan sebagaimana yang telah menjadi ketentuan syari'at.
Dalam buku ini kami paparkan dengan jelas dan gambling kewajipan kaum Muslimin menghormati keturunan Rasulullah s.a.w. sebagaimana yang difatwakan oleh para ulama puncak dan para Iman mujtahidin berdasarkan Kitabullah al-Qur'an dan Sunnah Rasul-Nya. Semoga Allah s.w.t. berkenan melimpahkan hidayat-Nya kepada kita semua agar tetap mencintai ahlulbait dan aal Muhammad s.a.w. demi kecintaan kita kepada Allah s.w.t. dan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad s.a.w. Maha Besar Allah yang telah berfirman:
"Sungguhlah bahawa engkau tidak akan dapat memberi hidayat kepada orang yang kau kasihi, tetapi Allah sajalah yang melimpahkan hidayat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang hidup menurut hidayat-Nya" [Al-Qashash: 56]
Mudah-mudahan dengan inayah Rabil-'alamin penjelasan saya mengenai ahlulbait Rasulullah s.a.w. akan bermanfaat bagi kaum Muslimin. Semoga Allah s.w.t. dan Rasul-Nya berkenan menerima serta meridhai sekelumit kebajikan yang saya hibahkan kepada seluruh ahlulbait Rasul Allah s.a.w.
Wa maa taufiqi illa billah, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib.
Jakarta, 1986
K.H. 'Abdullah bin Nuh.

BAHTERA KESELAMATAN
Ahlulbait Nubuwwah pengemban wasiat sepanjang zaman
Bahtera kehidupan dan bahtera keselamatan
Selagi bintang-bintang belum berguguran
Mereka tempat manusia menumpu harapan
Kesucian mereka terpatri kukuh dalam al-Qur'an
Diuraikan sabda Nabi di dalam Shahihan1
Tentera sebagai amanat dalam Hadith Tsaqalain2
Tiada kalimat meragukan orang beriman
Mereka bahtera penyelamat kemanusiaan
Dari taufan dan badai keduniaan
Mereka bintang-bintang pemandu jalan
Bagi setiap musafir ke alam kelanggengan
Betapa pun dahsyat gelombang kemunafikan
Hendak membenamkan mereka ke dasar lautan…
Betapa pun ganasnya muntahan lahar kedzaliman
Hendak menghanguskan mereka menjadi debu berserakan…
Dengan lindungan Ilahi mereka tegak tak terpunahkan
Dengan kebenaran Rasul-Nya mereka tangguh tak tergoyahkan
Dengan kecintaan ummatnya mereka tak tersingkirkan
Dengan kesucian darahnya mereka tak tercemarkan
Seandainya dahulu ada seribu Karbala dan Dzil Jausyan3
Bahtera ahlulbait tak akan karam dan bintang pun tak suram
Selagi Allah menghendaki kelestarian insan
Pengemban amanat kebenaran dan penentang kebatilan
Kemulian mereka titisan suci darah Rasulur-Rahman
Terpadu dengan kalam Ilahi di setiap dada beriman
Dalam Surah Al-Ahzab dan Aali Imran4
Hingga semua kembali ke Haud di Yaumil-Mizan5
Beruntunglah orang yang melaju dalam bahtera keselamatan
Mengikuti cahaya bintang di tengah samudra kehidupan
Celakalah orang yang enggan berlayar menyeberang laut
Memejamkan mata terhadap beribu bintang taburan

KEAGUNGAN AHLULBAIT RASULULLAH S.A.W.
Syair Farazdaq tentang 'Ali Zainul Abidin
Dialah yang dikenal jejak langkahnya
oleh butiran pasir yang dilaluinya
Rumah Allah Ka'bah pun mengenalinya
dan dataran tanah suci sekelilingnya.
Dialah putera insan termulia
dari hamba Allah seluruhnya
Dialah manusia hidup berhias takwa
kesuciannya ditentukan oleh fitrahnya
Apabila orang Quraishi melihatnya
berkatalah penyambung lidah mereka:
Pada keagungan peribadinya
berpuncak semua sifat yang mulia.
Bernasab setinggi bintang kejora
seanggun langit di cakerawala
tak tersaingi insan mana pun juga
baik Arab mahupun 'Ajam6 di jagat raya
Di saat ia menuju ke Ka'bah
bertawaf mencium Hajar jejak datuknya
Ruknul-Hatim7 enggan melepaskan tangannya
kerana mengenali betapa ia tinggi nilainya
Senantiasa menundukkan kepala
Kerana pemalu menjadi dasar fitrahnya
Orang terpaku kerana kewibawaannya
mengajaknya bicara hanya saat senyumnya
Itulah 'Ali buyut Rasul Allah
buyut pemimpin segenap ummat manusia
dengan agamanya manusia berbahagia keridhaan-Nya
Sinar hidayat memancar di antariksa
dari kecermelangan bulan purnama
penaka mentari terbit diufuk sana
membelah cuaca gelap gelita
Darah, daging dan tulang sumsumnya
berasal dari utusan Allah Yang Maha Esa
sungguh indah semua unsurnya
serba sempurna semua intinya
Jika anda belum mengenal dia
dia itulah putera Fatimah
puteri Nabi utusan Allah
penutup para Rasul dan Anbiya
Sejak azal Allah memuliakan martabatnya
tiada makhluk setara keagungannya
tersurat dalam ilmu Allah Pencipta
di Lauh Mahfudz dengan qalam-Nya
Pertanyaan anda "siapa dia"
Tidak merugikan keharuman namanya
Arab dan 'Ajam mengenal dia
walau anda hendak mengingkarinya
Uluran tangannya bak8 hujan merata
menyebar manfaat ke mana-mana
tangannya tak pernah kosong dan hampa
walaupun dermawan tiada tara
Lembut perangai dan perilakunya
bila marah tak dikhuwatirkan akibatnya
budi luhur dan kedermawanannya
dua hiasan hidupnya yang terutama
Tiap si miskin datang kepadanya
beban derita dipikul olehnya
Dengan wajah cerah ceria
baginya "ya" jawapan yang termesra
Bila berjanji tak kenal cedera
keberkahan menyertai kebajikannya
riang peramah dan lapang dada
sedetik pun hatinya tak pernah lengah
Tak pernah ia berucap "tidak"
Kecuali dalam ucapan syahadatnya9
kalau bukan kerana syahadatnya
"tidak"-nya berubah menjadi "ya"
Kebajikan meluas dan merata
seluas bumi dengan segala isinya
hapuslah semua duka derita
sirnalah semua ratap sengsara
Berasal dari keluarga mulia
mencintainya fardhu wajib dalam agama
membencinya kufur dalam agama
dekat padanya selamat dari merbahaya
Kalau dihitung semua orang bertakwa
merekalah barisan pemimpinnya
bila ditanya siapakah penghuni buni utama
tiada lain kecuali "mereka"-lah jawapnya
Kuda sembrani pun tak terdaya
Menjangkau ketinggian martabat mereka
tiada makhluk lain tolok bandingnya
betapa pun tinggi dan mulianya
Laksana hujan menyiram kemarau
mengikis paceklik menangkal bencana
ibarat singa…singa Syara10
terkenal tangkas dan amat perkasa
Kesukaran hidup bukanlah alasan mereka
untuk menahan uluran tangannya
keadaan mereka senantiasa sama
di saat "kaya" dan di waktu "sengsara"
Betapa berat cubaan dan derita
tersingkirkan oleh cinta kasihnya
dengan cinta kasih dan kebajikannya
nikmat Ilahi melimpah berlipat ganda
Sebutan mereka diucapkan setiap insan
setelah sebutan Allah Yang Maha Rahman
pada tiap awal wicara
dan pada tiap akhir untaian kata11
Kenistaan pantang menyentuh mereka
tiada kehinaan menjamah kehormatannya
keharumannya semerbak merata
dengan tangan mereka melawan durjana
tak ada manusia hina di mata mereka
tak seorang pun menjadi budaknya
tidak! Merekalah justeru pemimpinnya
dan yang pertama: Rasul pembawa nikmat-Nya
yang mengenal Allah pasti mengenal dia
yang mengenal dia mengenal keutamaannya
yang bersumber pada lingkungan keluarganya
tempat manusia bermandikan cahaya12

Sya'ir Farazdaq
Melukiskan kemuliaan anggota ahlulbait Rasulullah s.a.w.:
'Ali Zainal Abidin bin Al-Husein bin 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum.


1) Dua Hadith Shahih Bukhari dan Muslim.
2) Hadith Rasulullah s.a.w. yang mewasiatkan ummatnya supaya tetap berpegang teguh pada dua bekal, iaitu Kitabullah dan ahlulbait beliau.
3) Karbala = Tempat pasukan Bani Umayyah menyerang Al-Husein r.a
Dzil Jausyan = nama orang yang mencincang jenazahnya.
4) Surah Al-Ahzab: 33 dan Surah Aali Imran: 61
5) Haud = Syurga. Yaumil-Mizan = Hari Kiamat.
6) 'Ajam = Sebutan khusus bagi semua bangsa diluar bangsa Arab,atau semua yang tidak berbahasa Arab.
7) Ruknul-Hatim = Sudut Ka'bah, tempat Hajar Aswad diletakkan.
8) Bak = Laksana
9) Kata "tidak" dalam syahadat: "Tidak ada tuhan selain Allah"
10) Singa Syara = Jenis singa terkenal keberaniannya di daerah sekitar Al-Furat.
11) Yang dimaksud ialah doa, khutbah dan lain-lain selalu diawali dan diakhiri dengan ucapan shalawat kepada kepada Rasulullah s.a.w. dan kepada "aal" (keluarga)-nya
12) Agama Islam.


Nasihat

Lembaga Qabilah Ba'alwi Bafagih Sulawesi(LQBBS) berdiri untuk Penjagaan Fiqih, Aqidah, Amalan Shalawat, Nasab Sayyid dan Kafa'ah Syarifah serta Kasih Sayang dalam Keluarga

yuk ngobrol atau say hai, klik tombol buku tamu

Struktur Pengelola(Admin)Website Ini

Randy Ibrahim Bafagih (Alfaqir Bafaqih)_____ Sayyid Muh Zalsabil Bafaqih

Pengunjung Website

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms

adsfeed