Friday, March 9, 2018

Karamah Sayyidah Fatimah Az-Zahra



Ketika Sayidah Aisyah datang ke rumah Sayidah Fathimah, ia menyaksikan Sayidah Fathimah sedang mengaduk bubur campuran gandum, susu & daging di dalam panci dengan jari-jari tangannya…!!

Sayidah Aisyah terkejut karena panci itu berada di atas api yang sedang menyala.

Lalu Sayidah Aisyah keluar dalam kondisi ketakutan menemui ayahnya (Sayidina Abu Bakar)..

Sayidah Aisyah berkata, “Wahai Ayah..!! Aku menyaksikan hal yang sangat menakjubkan dari  Fathimah..ku lihat Ia sedang memasak di panci dan panci itu berada di atas api yang sedang menyala,

namun ia mengaduk-aduk apa yg ada di dalam panci itu dengan tangannya.”

Sayidina Abubakar berkata kepada Sayidah Aisyah:
“Wahai Putri ku..!! Sembunyikan ini karena ini adalah perkara besar.”

Persoalan ini sampai kepada Rasulullah SAW, lalu Beliau SAW naik mimbar, kemudian beliau SAW memuji ALLAH dan bersabda :

“Sesungguhnya manusia menganggap besar dan agung apa yg mereka bicarakan tentang peristiwa panci & api tersebut..Demi Dia [Allah] yang mengutusku dengan risalah dan memilih ku dengan nubuwah,

Sesungguhnya ALLAH SWT telah mengharamkan api atas daging tubuh Fathimah, atas darahnya, atas rambutnya, atas urat-uratnya & tulang-tulangnya dan ALLAH akan menjauhkan keturunannya & pengikutnya serta pecintanya dari Api (Neraka).

Sesungguhnya diantara keturunan Fathimah ada api, matahari, bulan, bintang-bintang, dan gunung-Gunung taat kepadanya”

Sayidah Aisyah meriwayatkan : Aku tidak melihat orang yang lebih dicintai oleh Rasulullah SAW seperti Fathimah..Jika Fathimah datang Ke Rumah Rasulullah SAW ketika beliau tidur maka beliau bangun dan langsung menyambutnya,

Beliau SAW mempersilahkan tempat duduk dan Rasul SAW mencium tangan Fathimah

Dia lah yg dijuluki gelar oleh Rasulullah SAW : Ummu Abiha (Ibu dari Ayahnya)...
MasyAllah...

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ* *وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ...*


(Nisa’ul Auliya_kisah wanita kekasih Allah, Oleh Ibnu Watiniyah)

Tuesday, February 20, 2018

Dzurriyah Rasulullah SAW akan terus Wujud hingga Akhir Zaman


              

Fadhilah dzatiyyah yang dikaruniakan Allah swt kepada keturunan Rasulullah saw, sama sekali tidak lepas dari rasa tanggung jawab mereka yg lebih berat dan lebih besar daripada yg harus dipikul oleh orang lain.mereka ini selalu menyadari kedudukannya ditengah-tengah umat islam.

Mereka wajib menjaga diri dari ucapan-ucapan atau perbuatan dan sikap yg dapat mencemarkan kemuliaan Rasulullah saw.mereka wajib pula menyadari tanggung jawabnya yg lebih besar atas citra islam dan umatnya,dengan demikian maka kewajiban menghormati mereka yg dibebankan oleh syariat kepada kaum muslimin dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya.

tidak akan ada kesan bahwa para keturunan Rasulullah saw menonjolkan diri menuntut penghormatan dari orang lain, karena kaum muslimin yg menghayati syariat islam pasti menempatkan mereka pada kedudukan sebagaimana yg telah menjadi ketentuan syariat. Kemuliaan dan kedudukan mereka perlu dipahami oleh kaum muslimin terutama oleh orang-orang keturunan ahlul bait sendiri sebagai pihak yg paling berkewajiban menjaga kemuliaan martabat Rasulullah saw,dan ahlul bait beliau.

Imam zamakhsyari dalam kitab al kasyaf mengutip apa yg ditulis oleh imam fakhurrozi dalam kitab al kabir :
 Barangsiapa wafat dalam mencintai keluarga Rasullah saw,maka ia mati syahid.
 Sungguh barangsiapa yang wafat dalam keadaaan mencintai keluarga muhammad, maka orang itu akan memperoleh ampunan atas dosa-dosanya.

Rasullah saw bersabda:

Seorang hamba Allah belum sempurna keimanannya sebelum kecintaanya kepadaku melebihi kecintaan kepda diri sendiri,sebelum kecintaanya kepada keturunanku melebihi kecintaan kepada keturunan sendiri,sebelum kecintaan kepada ahlul baitku melebihi kecintaan kepada keluarganya sendiri dan sebelum kecintaan kepada dzatku melebihi kecintaan kepada dzatnya sendiri.
(HR.ath thabrani)

Rasullah saw bersabda:

Ahlul baitku dan para pencintanya dikalangan umatku,akan bersama-sama masuk surga sepertu dua jari telunjuk ini.

(HR.thabrani)

Rasullah saw bersabda:

Hendaklah kalian tetap memelihara kasih sayang dengan kami (ahlul bait) sebab pada hari kiamat kelak orang yg bertemu dengan Allah dalam keadaan mencintai ahlu bait akan masuk surga dengan syafaat kami,demi Allah yg nyawaku berada ditangannya amal seorang hamba tidak dapat bermanfaat baginya tanpa mengenal hak-hak kami (ahlul bait).

(HR.thabrani)

Rasulullah saw bersabda:

Hai manusia,barangsiapa membenci kami(ahlu bait),maka pada hari kiamat Allah akan menggiringnya sebagai orang yahudi.

(HR.thabrani)

Rasullah saw bersabda:

Orang yg membenci kami (ahlul bait) pasti akan dimasukkan ke neraka.

(HR.athabrani)

Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa yg hendak bertawasul (berwasilah) dan ingin mendapar syafaatku pada hari kiamat kelak,hendaklah ia menjaga hubungan silaturohim dengan aahlu baitku dan berbuat menggembirkan mereka.
(HR.addailami)

Rasulullah saw bersabda;

Diantara kalian yg paling mantap berjalan diatas shirat ialah yg paling besar kecintaanya kepada ahlu baitku dan para sahabatku.

(HR. addailami)

Rasullah saw bersabda:

Empat orang yg akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat adalah:orang yg menghormati ahlu baitku,orang yg memenuhi kebutuhan mereka,orang yg berusaha membantu urusan mereka pada saat diperlukan dan orang yg mencintai mereka dengan hati dan lidahnya.

(HR.imam ahmad)

Rasulullah saw bersabda:

Siapa yg membenci ahlu baitku,ia adalah orang munafik.

(HR.imam aahmad)

Rasulullah saw bersabda:

Mereka (ahlu bait) adalah keturunanku,diciptakan dari darah dagingku dan dikaruniakan pengertian serta pengetahuanku.maka celakalah orang dari umatku yg mendustakan mereka dan memutuskan hubungan denganku melalui pemutusan hubungan dengan mereka dan kepada orang-orang seperti ini Allah tidak akan menurunkan syafaatku.

(HR alhakim)

Abu bakar shiddiq berkata:

Jagalah baik-baik wasiat muhammad saw mengenau ahlu baitnya.
Kerabat Rasullah saw lebih kucintai daripada kerabatku sendiri

(HR.bukhori)

Imam ibnu hajar asqalani berkata :
Orang harus menahan diri jangan sampai mengecam mereka(ahlu bait rasullah saw) jika ada seorang diantara mereka yg berbuat fasik berupa bidah atau lainnya,maka yg harus dikecam hanyalah perbuatannya bukan dzatnya karena dzatnya itu merupakan bagian dari Rasullah saw sekalipun antara dzat beliau saw dan dzat orang itu terdapat perantara.

Ibnu taimiyyah ulama andalan orang-orang yg mencintai ahlu bait, didalam kitabnya Risholatul furqon hal.163 mengetengahkan pembahasan kecintaan kepada Ahlu bait Rasullah saw,dan dalam pendapatnya ibnu taimiyyah dalam kitab al washiyatul kubra hal.297 mengatakan;
Demikianlah para anggota keluarga(ahlu bait) Rasulullah saw mempunyai beberapa hak yg harus dipelihara dengan baik oleh umat muhammad.kepada mereka Allah telah memberi hak menerima bagian dari ghanimah,selain hak tersebut mereka ahlu bait juga punya hak yg lain yaity hak beroleh ucapan shalawat dari umat muhammad saw sebagaimana yg telah diajarkan oleh beliau Rasullah saw.

Lalu ibnu taimiyah masih dalam kitab yg sama menuliskan hadis yg bersumber dari ka'ah bin syajarah beberapa saat setelah turuh surat al aahzab ayat 56 turun.
Ka'ah berkata : kami para sahabat bertanya "Ya Rasulullah kami telah mengetahui bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu,tetapi bagaimanakh cara mengucapkan shalawat kepadamu...??Rasullah saw bersabda:Ucapkanlah Ya Allah limpahkanlah sholawat kepada muhammad dan keluarga muhammad"

Dan ibnu taimiyyah juga menukil hadis yg lain yg berasal dari para sahabat Nabi saw bahwasanya Rasullah saw bersabda:
Janganlah kalian bersholawat untukku dengan sholawat batra,lalu shabat bertanya kembali:apakah yg dimaksud sholawat batra ya Rasul...??Beliau saw menjawab:kalian mengucapkan:"Ya Allah limpahkanlah sholawat kepada muhammad"lalu kalian berhenti disitu...!maka ucapkanlah " Ya Allah limpahkanlah sholawat kepada muhammad dan keluarga muhammad"

ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHI WASHOHBIHI WABARIK WASALIM


abdkadiralhamid@2015

Monday, January 22, 2018

Menjaga Hak Keturunan Rasul SAW dalam Perkawinan

Setelah kita membaca uraian mengenai kafa’ah syarifah yang merupakan hak dari keturunan Rasulullah yang harus dijaga, dan setelah mengetahui hukum-hukumnya berdasarkan nash-nash di atas, maka selanjutnya kita wajib memelihara hak tersebut dengan baik, mengapa demikian ?
Seperti kita telah ketahui dalam beberapa hadits Rasulullah saw, jika ada seseorang yang tidak memelihara hak keturunan Rasulullah saw (syarifah) tersebut, maka ketahuilah bahwa orang tersebut tidak akan mendapat syafa’at dari Rasulullah saw, sebagaimana hadits beliau yang diriwayatkan oleh Thabrani, Al-Hakim dan Rafi’i :
“… maka mereka itu keturunannku diciptakan (oleh Allah) dari darah dagingku dan dikaruniai pengertian serta pengetahuanku. Celakalah (neraka wail) bagi orang dari ummatku yang mendustakan keutamaan mereka dan memutuskan hubunganku dari mereka. Kepada mereka itu Allah tidak akan menurunkan syafa’atku .
Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa keturunan nabi saw akan terputus hubungannya dengan Nabi saw, jika terjadi perkawinan antara syarifah dengan lelaki yang nasabnya tidak menyambung kepada nabi saw. Mengapa demikian ? Karena anak dari perkawinan syarifah dengan lelaki yang bukan keturunan Rasulullah saw, adalah bukan seorang sayyid (bukan keturunan Rasulullah saw). Dan jika syarifah tersebut melahirkan amak yang bukan dari hasil perkawinan dengan seorang sayid, maka putuslah hubungan nasab anak tersebut dengan Rasulullah saw, dan nasab anak tersebut berlainan dengan nasab ibunya yang bernasab kepada Rasulullah saw. Dan inilah yang dimaksud dengan pemutusan hubungan dengan Rasulullah saw.
Dan jika telah terjadi pemutusan hubungan tersebut, maka menurut hadits di atas Nabi Muhammad tidak akan memberi syafa’atnya kepada orang yang memutuskan hubungan keturunannya kepada Rasulullah saw.
Kafaah syarifah merupakan salah satu dari keridhaan Rasulullah saw. Hal ini dijelaskan dengan hadits-haditsnya pada uraian yang terdahulu. Maka sudah menjadi kewajiban bagi kaum muslimin yang beriman untuk menjaga dan melaksanakan perkawinan syarifah dengan yang sekufu’ agar mendapat ridho Rasulullah saw. Sebaliknya jika ada orang yang bukan keturunan Rasulullah saw menikah dengan seorang syarifah, maka mereka dengan terang-terangan telah melecehkan hadits Rasulullah saw, dan orang tersebut dapat digolongan sebagai orang yang tidak menunjukkan akhlaq yang baik kepada Rasulullah saw, bahkan orang tersebut telah termasuk golongan yang menyakiti Siti Fathimah dan seluruh keluarganya.
Disamping itu terdapat pula hadits-hadits lain yang mensinyalir bahwa seorang laki-laki yang tidak mengenal hak-hak keturunan Rasulullah saw, di mana nasabnya tidak bersambung kepada Rasulullah saw tetapi menikahi seorang syarifah, dapat digolongkan sebagai seorang munafik, anak yang lahir dari hasil tidak suci, yaitu dikandung oleh ibunya dalam keadaan haidh, atau bahkan dapat dikatakan orang tersebut adalah anak haram ! Sebagaimana hal itu disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi’ dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :
Barangsiapa tidak mengenal hak keturunanku dan Ansharnya, maka ia salah satu dari tiga golongan : Munafiq, atau anak haram atau anak dari hasil tidak suci, yaitu dikandung oleh ibunya dalam keadaan haidh‘.
Terakhir, mari kita mengkaji kembali dengan teliti beberapa peringatan Rasulullah saw yang diberikan kepada umatnya, agar kita tidak termasuk orang yang dapat dikategorikan melecehkan perkataan Rasulullah saw dengan sengaja melanggar hak-hak keturunan beliau saw, ataupun memutuskan hubungan beliau saw dengan anak cucunya melalui pernikahan syarifah dengan lelaki yang bukan sayyid.
Sebagai kalimat penutup pembahasan buku ini, marilah kita para keluarga Alawiyin berusaha agar tetap menjaga dan memelihara hak-hak keturunan Rasulullah saw tersebut dengan baik. Semoga Allah memberi kekuatan iman kepada kita semua untuk tetap menjaga dan memelihara hak-hak keturunan beliau saw dengan baik.

sumber : ben mashoor


Sunday, December 31, 2017

Kalender 2018 Gratis Download


Assalamualaikum & Salam...
Menyambut Pergantian Tahun 2017 ke 2018, Admin Bafagihaidid.com menyiapkan Kalender 2018 untuk Shahibers (sahabat kita) sekalian, silahkan tinggal Klik Download :




Friday, December 15, 2017

Tentang Sang Pencipta, Kitab Suci dan Nabi-Nabi


DAFTAR ISI

Pengenalan
-Kata Pengantar
-Biografi Profesor David Benjamin Keldani, B.D (wafat 1940)
Bahagian Pertama
Muhammad Dalam Perjanjian Lama
-Bab 1
-Pendahuluan
-Allah dan Atributnya
-"Dan Ahmad Dari Semua Bangsa Akan Datang" (Haggai, Ii.7)
-Bab 2
-Masalah Hak Berdasarkan Kelahiran Dan Perjanjian Tuhan Dengan Nabi Ibrahim
-Bab 3
-Misteri Tentang "Mispa"
-Bab 4
-Nabi Muhammad Saw Adalah "Shiloh"
-Bab 5
-Nabi Muhammad Saw Dan Kaisar Constantine
-Bab 6
-Nabi Muhammad Saw Adalah "Anak Manusia"
-Bab 7
-Raja Daud Menyebutnya: "Tuanku"
-Bab 8
-Tuan Dan Nabi Yang Dijanjikan
-Bab 9
-Nabi-Nabi Sejati Hanya Mengajarkan Islam
-"Nabi Yang Hanya Mengajarkan Islam"
-Bab 10
-Islam Adalah Kerajaan Tuhan Di Muka Bumi
-Bahagian Kedua
-Muhammad Dalam Perjanjian Baru
-Bab 11
-Islam Dan Ahmadiyah Diumumkan Oleh Para Malaikat
-Bab 12
-"Eudokia "Berarti" Ahmadiyeh" (Lukas Ii. 14)
-Bab 13
-Yahya Pembaptis Mengumumkan Tentang Seorang Nabi Yang Sangat Berkuasa
-Bab 14
-Nabi Yang Diramalkan Oleh Pembaptis Pastilah Nabi Muhammad Saw
-Yahya Pembaptis Meramalkan Nabi Muhammad Saw
-Bab 15
-Pembaptisan Yahya Dan Jesus Hanya Sejenis Tanda Keagamaan "Sibghatullah"
-Pembaptisan Jenis Apa Dan Apa Yang Bukan Pembaptisan
-Bab 16
-"Sibghatullah" Atau Pembaptisan Dengan Ruh Suci Dan Api
-Bab 17
-"Paraclete" Bukan Ruh Suci
-Bab 18
-"Periqlytos" Berarti "Achmad"
-Bab 19
-"Anak Manusia," Siapakah Dia?
-Bab 20
-Yang Dimaksud Dengan "Anak Manusia" Dalam Apocalypse (Wahyu) Adalah Nabi Muhammad Saw
-Argumentasi Dari Kitab-Kitab Injil, Dan Dari Apocalypse (Wahyu/Ramalan)
-Bab 21
-Anak Manusia Menurut Versi Wahyu Yahudi
-Bab 22
-Nabi Dari Arabia Sebagaimana Diutarakan Dalam Injil "Beban Atas Arabia" Yesaya Xxi. 13.
.
#Pembahasan Website blog ini akan lebih bermanfaat lagi bila anda membeli langsung Buku "Tentang Sang Pencipta, Kitab Suci dan Nabi-Nabi" di Toko Buku terdekat atau melalui Toko Online.

Wednesday, December 6, 2017

Dalil Maulid Nabi Muhammad Saw. menurut Para Sahabat dan Salafu Shalih


Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh..
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam Merupakan Peringatan atas Rasa Syukur Akan Lahirnya Berkah Seluruh Alam (Penutup Para Nabi) Yang Biasanya Peringatan ini di Isi Dengan Pembacaan Sejarah Nabi (Ratib dan Shalawat, Sirah Nabawiyah) Serta Ceramah Islami.
Apabila Kita Membahas Peringatan Kelahiran Nabi Yang Rahmatan Lil Alamin, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, tentu kita perlu pula memahami Asal Muasal Amalan Peringatan Hari Besar Ummat Islam tersebut. 
Dalam Kajian Kali Ini Kita Akan Membahas Peringatan Maulid Nabi Berdasar Dalil Atau Pegangan Dengan Pendekatan Pemahaman Para Sahabat Nabi dan Ulama Salaf Shalih (ulama terdahulu). 
Silahkan di Baca dan Difahami, dalam kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, yang disusun Imam Ibnu Hajar al-Haitami (909-974 H. / 1503-1566 M.) :
1. Sayyidina Abu Bakar RA. berkata:
من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان
رفيقي في الجنة
Artinya:
———-
“Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga.”

2. Berkata Sayyidina Umar RA.:

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام

Artinya:
———-
“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”

3. Berkata Sayyidina Utsman RA.:

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد غزوة بدر وحنين

Artinya:
———-
“Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang mas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”

4. Sayyidina Ali RA. berkata:

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب

Artinya:
———-
“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.”

5. Imam Jalaluddin as-Suyuthi berkata:

مامن بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم إلا حفت الملائكة ذلك البيت أو المسجد أو المحلة وصلت الملائكة على أهل ذلك المكان وعمهم الله تعالى بالرحمة والرضوان.
وأما المطوفون بالنور يعنى جبريل و ميكائيل و اسرافيل و عزرائيل عليهم الصلاة و السلام فانهم يصلون على من كان سببا لقراءة النبي صلى الله عليه و سلم. و قال أيضا: ما من مسلم قرأ فى بيته مولد النبي صلى الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالى القحط والوباء والحرق والغرق والأفات والبليات والبغض والحسد وعين السوء واللصوص من أهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر ونكير ويكون فى مقعد صدق عند مليك مقتدر. فمن أراد تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم يكفيه هذا القدر. ومن لم يكن عنده تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم لو ملأت له الدنيا فى مدحه لم يحرك قلبه فى المحبة له صلى الله عليه وسلم.

Artinya:
———-
“Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yg di dalamnya dibacakan maulid Nabi SAW melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka.”

6. Imam Hasan Bashri RA. berkata:

وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا فأنفقته على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم

Artinya:
———-
“Aku senang sekali seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk kepentingan mmperingati Maulid Nabi SAW.”

7. Imam Junaedi al-Baghdadi, berkata:

من حضر مولد النبي صلى الله عليه وسلم وعظم قدره فقد فاز بالإيمان

Artinya:
———-
“Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian dengan penuh keimanan.”

========================================
kesimpulannya,
#Maulid Nabi Muhammad Adalah Amalan Para Sahabat dan Salafu Shalih Sejak Dahulu. Dan kalau ada yg memvonis salah berarti telah menghina atau menyalahkan amalan yang nyata diamalkan para Sahabat dan Salafu Shalih.


Sekilas Sejarah Salaf Al-Alawiyyin


DAFTAR ISI

Pengantar
-Pengantar Penterjemah
-Pengantar Penerbit
-Persembahan
Mukadimah
-Siapa Salaf?
-Permulaan Sejarah Perjalanan Hidup Alawiyyin
-Tahap-Tahap Sejarah Alawiyyin
Bab I
Tahap Pertama
-Ilmu Tokoh-Tokoh Alawiyyin
-Akhlak dan Budi Pekerti Alawiyyin
-Hubungan Alawiyyin dengan Dunia Luar
BAB II
Tahap Kedua (A)
-Tahap Kedua
Tahap Kedua (B)
-Organisasi Alawiyyin "An-Naqabah"
BAB III
-Hijrah Kaum Alawiyyin
-Para Munshib
-Golongan Alawiyyin dan Politik
BAB IV
-Diagnosa dan Pengobatan
Penutup
-Penutup
Daftar Pusaka
-Daftar Pusaka
.

Nasihat

Lembaga Qabilah Ba'alwi Bafagih Sulawesi(LQBBS) berdiri untuk Penjagaan Fiqih, Aqidah, Amalan Shalawat, Nasab Sayyid dan Kafa'ah Syarifah serta Kasih Sayang dalam Keluarga

yuk ngobrol atau say hai, klik tombol buku tamu

Struktur Pengelola(Admin)Website Ini

Randy Ibrahim Bafagih (Alfaqir Bafaqih)_____ Sayyid Muh Zalsabil Bafaqih

Pengunjung Website

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms

adsfeed